Symbol/Company Lookup

Krisis Ekonomi Yunani Berimbas ke Krisis Sepakbola Yunani?

Published: Mon, Jun 14th 2010, 00:00 by: Kustodian Sentral Efek Indonesia

 

Yunani

Sebelum pertandingan Korea Selatan vs Yunani dimulai saya menjagokan Yunani sebagai pemenang. Bagaimana tidak , pasukan Yunani yang sebagian besar pemainnya  bermain di liga-liga elite Eropa ini pernah memenangi perhelatan akbar kedua setelah Piala Dunia, yakni Piala Eropa tahun 2004. Ternyata pertandingan tidak berjalan seperti yang saya bayangkan, pasukan Otto Rehhagel mengalami krisis menyerang yang mengakibatkan pertahanannya jebol oleh 2 gol pasukan Korsel.

Sempat terpikir dalam benak saya, apakah krisis pasukan Yunani di lapangan hijau ini terjadi akibat negaranya sedang berjuang menghadapi krisis ekonomi. Sebagaimana kita ketahui, Yunani sedang berjuang dalam melewati krisis ekonomi yang sedang mereka hadapi. Yunani sebagai salah satu negara yang tergabung dalam Uni Eropa yang memiliki  ekonomi kuat. Yunani juga bukan negara berkembang yang berada di Amerika Latin, Afrika, atau Asia yang rawan akan krisis ekonomi.

Krisis ekonomi di Yunani bukan dipicu oleh krisis perbankan, melainkan oleh krisis hutang luar negeri pemerintahnya. Sebagai negara Uni Eropa, Yunani dapat meminjam dengan bunga yang rendah karena memiliki peringkat hutang yang relatif baik karena ditunjang oleh kekuatan ekonomi Jerman dan Prancis.

Jumlah hutang Yunani mencapai 113.4% dari Produk Domestic Bruto (PDB), selain itu juga diketahui bahwa laporan keuangannya banyak direkayasa. Oleh karena itu, peringkat hutang Yunani mengalami penurunan. Tercatat lembaga pemeringkat internasional Moody`s menurunkan peringkat utang jangka panjang (sovereign ratings) Yunani dari A2 menjadi A3.

Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor`s, juga menurunkan peringkat utang Yunani. Badan ini menurunkan peringkat kredit jangka panjang Yunani menjadi BB+ dari BBB+ (junk) dan peringkat jangka pendeknya dari A ke B-2. Penurunan peringkat berarti investor yakin tidak akan lagi diijinkan untuk membeli utang Yunani dan juga bisa menahan akses Yunani ke dana vital Bank Sentral Eropa.

Krisis ekonomi Yunani ini dikhawatirkan merambat ke negara-negara Eropa lainnya, terutama Eropa Selatan yang memiliki karakteristik yang sama dengan Yunani. Karakteristik yang sama ini adalah karakteristik hutang yang sama-sama besar. Jika kita lihat, jumlah hutang Italy mencapai 115.2% dari PDB, jumlah hutang Portugal 75.2% dari PDB, dan jumlah hutang Spanyol mencapai 50%

 

Layout Rasio Hutang Luar Negeri terhadap PDB

         Rasio hutang negara-negara terhadap PDB (7 Juni 2010)

 

Utang dan defisit anggaran yang besar serta mata uang yang terlalu kuat merupakan kombinasi yang berbahaya. Karakteristik itulah yang harus diwaspadai Indonesia jika tidak ingin terkena dampak dari krisis ekonomi Eropa Selatan.

Dalam 5 tahun terakhir jumlah hutang Indonesia meningkat pesat dengan bunga yang tinggi, jauh di atas negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand, Vietnam, dan Filipina. Meskipun total jumlah hutang Indonesia meningkat, namun secara rasio hutang Indonesia masih baik karena jumlah hutangnya 28% dari PDB.

Forum negara anggota G-20 yang baru saja berlangsung di Korea Selatan meminta anggotanya untuk segera menurunkan jumlah utangnya sehingga terhindar dari dampak krisis utang yang terjadi di Eropa saat ini. Beberapa hari yang lalu, Perdana Menteri Jepang yang baru Naoto Kan mengatakan dirinya akan segera memperbaiki kebijakan fiskal di negaranya untuk mengurangi jumlah utang yang mulai mengggunung.

Jepang merupakan negara maju dengan jumlah hutang yang sangat besar. Besarnya beban hutang negeri Bunga Sakura ini adalah karena besarnya dana stimulus dan insentif pajak dalam 10 tahun terakhir. Bahkan jumlah utang Jepang saat ini sudah mendekati dua kali lipat dari PDB-nya atau 192.1% dari PDB.

Kembali ke Piala Dunia, Jepang sendiri akan menghadapi salah satu wakil Afrika yaitu Kamerun pada pertandingan nanti malam. Di atas kertas Jepang diunggulkan dalam pertandingan ini, karena memiliki rekor menang 100% melawan Kamerun dalam 2 pertemuan mereka. Akankah Jepang yag memiliki jumlah hutang mencapai 192.1% dari PDB ini mampu mengalahkan Kamerun yang memiliki jumlah hutang hanya 14.3% dari PDB?

Sumber data : www.cia.gov

-AKP-

Comments

You need to login first before you can start posting comments.