Analogi Kartu AKSes

Published: Fri, Jun 24th 2011, 00:00 by: Kustodian Sentral Efek Indonesia

  • Secara sederhana bila dibuatkan analogi, investor adalah pemilik toko barang kelontong dan broker adalah pegawai-pegawai toko yang dibayar oleh investor sebagai pemilik toko.
  • Pegawai toko ini memiliki dua tugas pokok, yang pertama adalah membantu pemilik toko melakukan penjualan dan pembelian barang kelontongnya, yaitu dalam hal ini melakukan order jual beli di Bursa Efek Indonesia. Yang kedua adalah melakukan tugas untuk melakukan penyimpanan barang milik investor di gudang dan mengatur keluar-masuk barang milik dari gudang sesuai kegiatan jual beli yang dilakukan.
  • Di Pasar Modal Indonesia, KSEI berperan sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Dengan analogi tadi, KSEI ini lah pihak yang menyediakan jasa penyipanan atau gudang untuk menyimpan Efek milik investor baik berupa saham, obligasi, ORI, Sukuk dan lain-lain.
  • Sesuai perannya sebagai pelayan toko yang bertugas menyimpan barang di gudang dan mengatur keluar masuknya barang, broker akan memberikan laporan kepada investor tentang jumlah isi barang yang ada digudang KSEI. Laporan bisa saja disampaikan periodik (misalnya akhir bulan) yang memuat informasi jumlah isi per-akhir periode saja.
  • Lalu bagaimana caranya Investor dapat memastikan jumlah barang dan keluar masukknya dari gudang seperti yang dilaporkan oleh Broker benar-benar catatan yang dimiliki KSEI sebagai pemilik gudang? Tentunya perlu sekali-sekali investor untuk dapat masuk ke dalam gudang dan memeriksa sendiri kebenaran laporan yang disampaikan oleh Brokernya.

KSEI memberikan “kunci gudang” berupa Kartu AKSes kepada investor selaku pemilik barang untuk dapat mengetahui status “barang” yang dimilikinya setiap saat secara langsung di gudang KSEI yang memiliki data paling akurat dan benar

Comments

You need to login first before you can start posting comments.