Berita Pers: Pemisahan dana tunai pacu Perusahaan Efek tingkatkan kredibilitas

Published: Wed, Aug 4th 2010, 00:00 by: Kustodian Sentral Efek Indonesia

Jakarta,  4 Agustus – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) percaya bahwa jumlah pemegang Kartu AKSes pada akhir tahun ini akan mencapai 50% dari jumlah keseluruhan Sub Rekening Efek yang terdaftar. Antusiasme investor yang menghadiri rangkaian sosialisasi kartu AKSes wilayah Jakarta Barat minggu lalu semakin memperkuat keyakinan tersebut. Memanfaatkan momentum tersebut, KSEI kembali menggelar gathering untuk investor Jakarta Selatan di Hotel Mulia pada Rabu malam (4/8). Ananta Wiyogo (Direktur Utama KSEI) tampil sebagai pembicara bersama Haryajid Ramelan (praktisi pasar modal), Jimmy Nyo (Direktur PT BNI Securities), dan Adrian Maulana (Duta Kartu AKSes).

Selain sosialisasi fungsi kartu AKSes sebagai rintisan Single Investor ID untuk industri pasar modal Indonesia, pada rangkaian sosialisasi kartu AKSes Jakarta Selatan ini juga dibahas tentang pemisahan rekening dana investor dan rekening dana Perusahaan Efek. Ini secara langsung terkait dengan fungsi monitoring yang dimiliki Kartu AKSes untuk mencapai peningkatan transparansi industri pasar modal Indonesia dan secara khusus membangun kredibilitas Perusahaan Efek di Indonesia yang solid.

Mengenai pemisahan dana nasabah pada Sub Rekening Efek tersebut, Ananta Wiyogo berkomentar, ”Kami sebagai salah satu Self Regulatory Organization di pasar modal Indonesia menginginkan terciptanya tertib administrasi keuangan para pelaku pasar modal. Pemisahan ini secara tidak langsung akan mengangkat kredibilitas Broker. Investor akan semakin mandiri untuk monitoring dana dan efeknya. Pada akhirnya investor dapat menilai Broker mana yang terpercaya.”

Lebih lanjut Ananta menyebutkan, ”Nantinya Perusahaan Efek diwajibkan untuk membukakan rekening dana terpisah atas nama investor di bank. Administrasi dana investor tersebut tetap dilaksanakan oleh Perusahaan Efek, namun investor dapat aktif mengawasi bagaimana Perusahaan Efek mengadministasikan dana miliknya tersebut. Kami telah bekerja sama dengan 4 Bank Pembayaran untuk proyek administrasi dana investor ini. Informasi terkait rekening dana investor di bank ini nantinya akan dikirimkan ke KSEI sehingga secara terkonsolidasi investor akan dapat memonitor catatan kepemilikan dan mutasi Efek serta dana melalui AKSes. Pilot project direncanakan akan dilakukan pada bulan Oktober 2010 bersama dengan Bank Pembayaran dan beberapa Perusahaan Efek yang volunteer ikut serta. Bila evaluasi kami pada pilot project ini cukup baik, maka pada tahun 2011 saat ketentuan mengenai pemisahan dana nasabah ini diterapkan seluruh investor pemilik Kartu AKSes sudah dapat memonitor dana tunainya.”

Haryajid Ramelan, praktisi pasar modal yang merupakan analis saham dari PT Capital Bridge Indonesia, berbicara tentang fungsi Kartu AKSes terkait dengan keputusan investasi yang harus diambil investor, “Kartu AKSes ini menjadikan portofolio berada dalam genggaman. Sistem ini melindungi keamanan informasi investor. Bila dulu investor juga harus berkonsentrasi mengawasi brokernya, sekarang investor bisa lebih berkonsentrasi pada investasinya langsung,”

Di sisi lain, Direktur PT BNI Securities, Jimmy Nyo, mengungkapkan keuntungan Perusahaan Efek karena kehadiran kartu AKSes. “Kami sangat senang dengan kehadiran Kartu AKSes. Ini dapat meminimalisir kesalahan pembukuan yang dilakukan Perusahaan Efek selain mengurangi risiko kecurangan yang mungkin dialami investor. Kartu AKSes memberikan mekanisme check and balance bagi investor dalam memonitor kinerja Perusahaan Efek,” jelas Jimmy.

Investor Gathering wilayah Jakarta Selatan ini menutup rangkaian sosialisasi Kartu AKSes skala lokal di kota Jakarta. Rangkaian sosialisasi Kartu AKSes skala lokal selanjutnya akan hadir di kota Bandung pada akhir September 2010. Edukasi investor terbukti menjadi cara paling jitu dalam mensosialisasikan penggunaan Kartu AKSes. Selama Juli 2010 terdapat 10.297 investor baru terdaftar memiliki Kartu AKSes atau meningkat sekitar 75.5% sehingga saat ini tercatat 23.935 investor dari 105 Perusahaan Efek dan 15 Bank Kustodian telah memiliki Kartu AKSes. Terkait dengan jumlah Sub Rekening Efek, sejak diterapkannya aturan dormant account saat ini di KSEI tercatat ada 286.871 Sub Rekening Efek dengan status aktif.

Citra pasar modal yang transparan dan terpercaya hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pelaku pasar. KSEI sebagai salah satu Self Regulatory Organization dalam pasar modal Indonesia turut berusaha mewujudkannya dengan menerbitkan Kartu AKSes sebagai sarana pengawasan investor secara mandiri. Sebagai sebuah rintisan Single Investor ID, Kartu AKSes diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi terciptanya kepercayaan investor untuk lebih giat kembali berinvestasi di pasar modal Indonesia. Informasi selengkapnya mengenai Kartu AKSes dapat diperoleh melalui Call Center 021-515.2855 atau Toll Free 0800.186.5734.